Register

Gaming - July 29, 2019

Bug Unusual Team Fortress 2 Hancurkan Ekonomi Steam Market

Baru-baru ini dunia gaming sedang diledakan oleh kabar yang merugikan banyak orang. Kemarin, Team Fortress 2 mendapatkan update edisi musim panas terbaru yang berisi item-item kosmetik terbaru. Namun, kabar buruknya, ternyata tak hanya item kosmetik baru saja yang datang, tetapi sebuah bug yang menghancurkan ekonomi Steam Market.

Untuk memulai, mari kita bahas tentang item Unusual di Team Fortress 2. Unusual merupakan tingkat rarity paling tinggi dan paling langka di Team Fortress 2 dengan persentase untuk mendapatkannya hanya sekitar satu persen. Jika di CS:GO, Unusual itu sama halnya dengan knife atau yellow item. Jadi, terbayang kan betapa mahal dan langkanya Unusual itu?

Update musim panas dari Team Fortress 2 kemarin mengakibatkan sebuah bug crate yang membuat persentase untuk mendapatkan Unusual alias item paling langka di Team Fortress 2 naik dari satu persen ke 100 persen, membuat item-nya sangat mudah, bahkan terjamin untuk didapatkan, tanpa resiko. Karena bug tersebut, akhirnya banyak orang memanfaatkan bug tersebut dan membuka banyak crate untuk mendapatkan Unusual.

Sebagian orang menyimpan Unusual yang mereka dapatkan, namun tak sedikit juga yang menjualnya di Steam Market dengan harga yang jauh lebih murah dari sebelumnya. Sebaliknya, crate yang rusak karena bug mengalami kenaikan harga yang sangat jauh.

Situs trading third-party seperti Scrap.TF pun akhirnya memutuskan untuk tutup sementara sampai Valve mengeluarkan sebuah solusi untuk masalah ini. Akibatnya, ekonomi situs trading multiplatform yang melibatkan item CS:GO, Dota 2, PUBG dan Team Fortress 2 pun menjadi labil. Karena, jika kita pikir kembali, apabila salah satu item dari sebuah game turun secara masal dan tidak masuk akal, hal tersebut akan memengaruhi harga item lain dari game lainnya.

Namun jangan khawatir, Valve sepertinya sudah menemukan solusi sementara untuk kejadian ini dengan mengnonaktifkan display inventory dari Team Fortress 2 sehingga fasilitas trading tidak akan bisa berjalan dengan lancar.

Editor: Panji Pangestu