Cerita Dibalik Wajah Kecut N0tail di TI8 Saat Bertemu Fly

0 677

Bertemu mantan yang sudah menemani selama hampir 5 tahun dalam Competitive Scene Dota 2. Itulah ibarat N0tail saat bersalaman dengan Fly dibawah bendera team yang berbeda saat The International 2018. Banyak drama layaknya drama korea yang terjadi di TI8, mulai dari bertemunya Fly dengan FATA-.

Fata & Fly handshaking moment at TI8 (as ex-member Complexity Gaming The International 2015 Squad)

Pulangnya Newbee & Fnatic di Lower Bracket Bo1 hingga wajah kecut N0tail saat bersalaman dengan Fly setelah berhasil menurunkan EG dari upper bracket ke lower bracket dengan skor 2 – 1. Mau tau cerita dibalik wajah kecut N0tail kepada Fly ? scroll terus kebawah ya 🙂

Dimulai pada awal tahun 2012, tepatnya bulan Maret merupakan sebuah sejarah bagi mereka berdua. Dimana Tal “Fly” Aizik dan Johan “n0tail” Sundstein memutuskan untuk beralih menuju ke Dota 2 Competitive Scene yang sebelumnya mereka adalah pemain professional dari game Heroes of Newerth.

Photo by JoinDOTA : Kiri ke kanan, H4nn1, N0tail, Fly, Era, Trixi

Tidak hanya n0tail dan Fly saja yang banting setir dari game HON ke Dota 2, Jascha “Nova” Markuse, Adrian “Era” Kryeziu juga memilih untuk menuju ke competitive scene Dota 2. Dibawah naungan Fnatic.EU, Nova justru memilih untuk “Retired” karena alasan tertentu pada 3 bulan pertama di team Fnatic.EU.

Tidak lama setelah Nova retired, Kai “H4nn1” Hanbückers yang juga merupakan pemain HON yang beralih ke Dota 2 kini menggantikan Nova dan menuju ke turnamen yang sangat ditunggu – tunggu setiap tahunnya yaitu The International 2013.

Dengan begitu, squad The International 2013 untuk Team Fnatic.EU adalah sebagai berikut :

Adrian “Era” Kryeziu
Kai “H4nn1” Kai Hanbückers
Kalle “Trix” Saarinen
Johan “N0tail” Sundstein
Tal “Fly” Aizik (Captain)

Perjalanan mereka di TI 2013 cukup menegangkan sekaligus cukup memuaskan para fansnya, mulai dari group stage mereka yang harus melawan team yang sangat tangguh yaitu Natus Vincere, Team DK, LGD Gaming dan beberapa team tangguh lainnya yang juga terdapat pemain superstar-nya seperti Team Zenith dengan iceiceice, Team Dignitas dengan Aui_2000 dan Universe dan, Team Mousesports dengan FATA- dan Black^.

Keberhasilan Fnatic di Group Stage dengan point 9 Win – 5 lose membuat Fnatic berada di posisi Upper Bracket bersama dengan Natus Vincere, Orange Esports, Tongfu, Alliance, LGD Gaming, Team DK dan Invictus Gaming. Di babak pertama Upper Bracket, Fnatic kalah setelah melawan Tongfu dengan Skor 2 – 0 dan Fnatic terjun ke Lower Bracket dan harus melawan LGD International.

1 – 0 kemenangan untuk Fnatic melawan LGD International, dilanjutkan dengan Orange Esports. Namun,  nahas petualangan Fnatic.EU harus berakhir dengan posisi 8 setelah kalah dengan Orange Esports dan membawa hadiah sebesar 1.5% dari total prizepool yaitu $43.116 atau sebesar kurang lebih sekitar Rp 457.029.600 dengan kurensi mata uang dollar ke rupiah pada tahun 2013 lalu.

Kembali dengan komposisi tim yang sama, Fnatic juga berpartisipasi dalam The International 2014. Meski berada di daftar invited teams, tidak memastikan Fnatic mampu memenangkan turnamen bergengsi ini. Tereleminasi dini di posisi 14 dengan skor 6 Win – 9 Lose, membuat Fnatic harus pulang dengan membawa 0.2% dari total prizepool yaitu $21,848 atau setara dengan kurang lebih Rp 271.352.160 dengan kurensi mata uang dollar ke rupiah pada tahun 2014 lalu.

Pasca The International 2014, Fnatic memutuskan untuk melepas seluruh roster mereka. Dimulai dari keluarnya Adrian “Era” Kryeziu pada tanggal 20 Agustus 2014, hingga seluruh competitive scene Fnatic menggunakan pemain temporary stand-ins atau pemain cadangan yaitu Steve “Excalibur” Ye. Fly dan n0tail juga hengkang dari Fnatic dan langsung direkrut oleh Team Secret. Disusul dengan Trixi dan H4nn1, Fnatic.EU divisi Dota 2 berujung dengan disband untuk sementara waktu karena tidak ada pemain.

New Home, New Journey , N0tail dan Fly yang bergabung bersama Team Secret yang saat itu terbentuk bersama Kuro “Kuroky” Salehi Takhasomi, Gustav “s4” Magnusson dan, Clement “Puppey” Ivanov dijuluki sebagai tim yang sangat berbahaya. Lantaran kemenangan mereka di berbagai turnamen premier selalu berada di posisi 5 besar dari 6 turnamen premier yang telah mereka ikuti.

Kiri – Kanan (Fly, S4, Puppey, N0tail, Kuroky)

Namun sayangnya, perjalanan Fly dan n0tail tidak lama berada dibawah bendera Team Secret. Menuju pergantian tahun 2014 ke 2015 “Simbaaa” atau nickname Tal “Fly” Aizik selama di Team Secret memilih untuk keluar dan bergabung bersama teman lamanya yaitu H4nn1 di Team MeePwn’d.

Berbeda dengan n0tail sendiri, dirumorkan bahwa n0tail dikeluarkan dan langsung digantikan dengan Ludwig “Zai” Wåhlberg dan Artour “Arteezy” Babaev sebelum turnamen Dota Asia Championship season pertama.

BigDaddy a.k.a n0tail berpisah dengan Fly karena dia direkrut oleh Cloud9 bersamaan dengan perekrutan Rasmus “MiSeRy” Filipsen.

Dibawah nama Cloud9 n0tail mampu berpartisipasi di The International 2015.
Berikut The International 2015 Squad Team Cloud9

Jacky “EternaLEnVy” Jacky Mao
Adrian “FATA-“ Trinks
Pittner “bOne7” Armand
Johan “BigDaddy” Sundstein
Rasmus “MiSeRy” Filipsen

Diawali dengan posisi upper bracket di main stage karena berhasil mencetak skor 10 point di group stage dan melawan CDEC Gaming. Ternyata, keberuntungan tidak bersama Cloud9 di match pertama mereka di Main Event. Turun dari upper bracket setelah kalah 2 – 0 dari CDEC Gaming menuju lower bracket dan langsung tereleminasi setelah bertemu Vici Gaming dengan skor 2 – 0. Meski begitu, ketidak-beruntungan Cloud9 mampu membawa pulang 1.2% dari total prizepool yaitu $221.115 atau sekitar kurang lebih Rp 2.958.739.815 dengan kurensi dollar ke rupiah pada tahun itu.

 

Dibalik dari cerita n0tail, ternyata siapa sangka jika Fly juga berpartisipasi di The International 2015 bersama dengan Complexity Gaming. Berikut The International 2015 Squad Team Complexity.

David “MoonMeander” Tan
Zakari “Zfreek” Freedman
Tal “Fly” Aizik
Luis “Zyzz” Perez
Kyle “swindlemelonzz” Freedman

Berada di grup yang sama saat Group Stage yaitu Group A, Complexity berada di atas Cloud9 satu tingkat yaitu dengan posisi ke 13 dengan skor 13 point. Cerita yang sama pun terulang, berada di upper bracket setelah menempati posisi ketiga dari Group A. Menghadapi Evil Geniuses dengan skor 2 – 0, turun ke Lower Bracket dan bertemu Virtus.Pro dengan skor 2 – 1 yang membuat Complexity Gaming harus mengakhiri petualangan mereka di The International 2015 dengan membawa pulang hadiah yang setara dengan Team Cloud9 bawa pulang.

Tidak lama setelah The International, muncullah Post TI – Shuffle. Cloud9 memutuskan untuk disband dan mengeluarkan semua pemain mereka pasca menempati posisi ke 6 di The International 2015 lalu. Bersamaan dengan itu, Fly dan Moon memutuskan untuk keluar dari Complexity Gaming. Rumor telah beredar bahwa keluarnya mereka bertiga memunculkan isu baru bahwa kemunculan tim baru akan hadir.

Benar saja tidak lama setelah pengumuman resmi dari Complexity Gaming, Monkey Business muncul setelah statement resmi mereka muncul di facebook.

Re-united

1- Amer “Miracle-“ Barkawi
2- Johan “Big Daddy N0tail” Sundstein
3- David “MoonMeander” Tan
4- Andreas “Cr1t” Franck Nielsen
5- Tal “Fly” Aizik

Mencetak berbagai kemenangan manis dengan total earnings sekitar $37,194. 3 bulan setelah terbentuk dengan nama Monkey Business, akhirnya mendapatkan sponsor resmi dan berganti dengan nama OG.

From Underdog to TI Favorite !

Itulah slogan yang cocok untuk OG. The Frankfurt Major 2015, debut pertama mereka di Major Tournament menuai hasil yang luar biasa. Berada di upper bracket tidak menjanjikan kemenangan. OG yang berada di Lower Bracket berhasil mengalahkan seluruh team yang ada di Lower Bracket dimulai dari Fnatic dengan skor 1 – 0 , Mineski.Sports5 2 – 0, Virtus.Pro 2 – 1, CDEC Gaming 2 – 0, Ehome 2 – 1, Evil Geniuses 2 – 1, hingga ke Final dengan Team Secret 3 – 1 dan membawa pulang gelar The Frankfurt Major 2015 Winner.

Setelah The Frankfurt Major 2015, disusul dengan kemenangan major lainnya. The Manila Major 2016, ESL One Frankfurt 2016, The Boston Major 2016 dan The Kiev Major 2017.

The International 2016

Masuknya OG kedalam turnamen The International 2016 membuat banyak fansnya cukup kagum dengan permainan gemilang Miracle-. Dengan menduduki posisi pertama di Group A dengan 11 point, 4 Win 3 Draw 0 Lose membuat OG menduduki posisi Upper Bracket.

Match pertama upper bracket di The International 2016 tidak berjalan cukup baik saat melawan MVP Phoenix dengan skor 2 – 1 untuk MVP Phoenix. Begitu juga dengan di lower bracket, OG yang langsung terleminasi oleh TNC Pro Team asal Phillipina itu cukup viral di media sosial dan kemunculan Pinoy Pride atas kekalahan OG oleh TNC dengan skor 2 – 0. Hal itu tentu membuat perjalanan OG di The International 2016 berhenti dengan membawa pulang 1.5% dari prizepool yaitu $311,557 atau setara dengan sekitar Rp 4.211.627.526 dengan kurensi tukar rupiah dollar pada saat itu.

Post Ti-shuffle Team OG dimulai dengan keluarnya Miracle- pada Agustus 2016 untuk bergabung dengan Team Liquid, Cr1t– ke Evil Geniuses dan disusul dengan MoonMeander untuk bergabung bersama Digital Chaos.

Akan tetapi, hal tersebut tidak menutup kemungkinan untuk Team OG untuk tidak menghadiri The International 2017. Dengan kehadiran Gustav “s4” Magnusson, Anathan “ana” Pham, dan Jesse “Jerax” Vainikka. OG mampu berpartisipasi kembali di The International 2017.

Sebelum menempuh The International 2017, Team OG sendiri sempat viral karena video dokumentasi dari valve yang berjudul True Sight : The Kiev Major Grand Final yang bercerita soal Grand Final Virtus.Pro melawan OGVideo dengan durasi 37 menit ini sudah ditonton lebih dari 1.7 juta kali semenjak post ini dibuat.

Kembali ke debut mereka di The International 2017, Team OG dinilai lebih baik ketimbang tahun sebelumnya. Berada di lower bracket pada saat main event. OG berhasil mengalahkan Infamous dengan skor 1 – 0, dilanjutkan dengan el – classico yaitu OG melawan TNC Pro Team yang mampu membalas kekalahan mereka di tahun lalu dengan skor 2 – 0 dan berhadapan dengan LGD Gaming di hari berikutnya.

Namun, perjalanan OG harus sampai di peringkat ke 8 setelah melawan LGD Gaming dengan skor 2 – 0. Dengan total hadiah 2.5% dari prizepool $617,198 atau setara dengan kurang lebih sekitar Rp 8.320.446.238 dengan nilai tukar dollar ke rupiah pada saat itu.

Post TI-shuffle 2017, ana memutuskan untuk tidak aktif sementara waktu bersama team OG. Dengan alasan pribadi ana, OG harus menghormati keluarnya ana. Setelah ana tidak aktif dari OG, pada september 2017 Roman “Resolut1on” Fominok direkrut oleh OG sebagai pengganti posisi ana.

Performa yang tidak kunjung membaik membuat Team OG kehilangan pamor dengan team lainnya. Hanya memenangkan 1 kali major pada MDL Macau dan di posisi ketiga di major Dota Summit 8 membuat popularitas OG menurun.

Enam bulan berada di OG, Resolut1on memilih untuk hengkang pada bulan maret 2018 lalu dan bergabung dengan VGJ.Storm. OG yang kekurangan satu pemain, harus bermain dengan Coach mereka sendiri yaitu Sébastien “7ckngMad” Debs. 7 Tournament, mereka bermain bersama 7Mad tidak ada satu turnamen yang mereka diduduki di posisi 3 besar.

Hingga pada akhirnya, sebuah berita besar muncul pada 28 Mei lalu yang menjelaskan jika Tal “Fly” Aizik dan Gustav “s4” Magnusson tidak lagi bersama Team OG. Dengan poster bertuliskan “s4 and Fly Thank You” itu membuat sedih para fans OG lantaran untuk kedua kalinya. Fly dan n0tail harus berpisah lagi dan hanya menyisakan Jerax , n0tail dan 7mad dalam active rosters mereka di OG. Video persembahan dari MidOrMeepo memberikan gambaran seperti apa sebenarnya pertemanan N0tail dan Fly.

The International 2018 sudah menghantui Team OG saat itu. Namun, menjelang open qualifier OG membuat sebuah kejutan dengan memanggil Ana kembali melalui fanspage facebook miliknya.

The International 2018: A Dota 2 Cinderella Story

Berusaha keras di open qualifier #1 dan Dominating di Main qualifier dengan skor 7-0 dengan menggugurkan salah satu tim legenda yaitu Alliance. Jatuh bangun di group stage A karena bertemu dengan tim – tim berkelas lainnya, tidak membuat OG tereleminasi ataupun turun di lower bracket. Dengan skor tipis 9-7 dengan Fnatic membuat OG berada di posisi upper bracket dan akan berhadapan dengan VGJ.Storm bersama dengan Resolut1on ex-member OG sebelumnya.

Skor 2-0 membuat OG tetap berada di upper bracket dan drama berlanjut dengan melawan EG. S4, Fly, N0tail, Jerax, dan Ceb merasakan betapa sulitnya melawan ex-member yang sudah menemaninya selama beberapa season. Skor 2-1 untuk OG membuktikan bahwa OG yang saat itu ditinggalkan S4 dan Fly tidak seburuk saat performanya di beberapa major lalu. Posisi Ana dan Topson yang tidak bisa diprediksi lantaran Ana tidak terlihat di beberapa season competitive scene dan Topson.

Siapa itu TopsonTopias “Topson” Taavitsainen adalah seorang Community Superstar dengan performanya saat Hero Monkey King dirilis, dialah yang menduduki posisi Top 1 Monkey King dari leaderboard Dotabuff. Memasuki competitive scene pertama kali dengan SFTe-sports pada awal 2017 hingga direkrut OG. Tidak bisa diprediksi bagaimana permainan sebelumnya oleh para pemain hingga sempat dominating saat melawan PSG.LGD dengan midlane Pugna vs Huskar yang memiliki perbedaan networth hingga 3k gold diawal.

Grand Final upper bracket OG berhadapan dengan PSG.LGD berlangsung sengit hingga skor berakhir 2-1 untuk OG dan berhasil menyelamatkan posisi sebagai grand finalist TI8. PSG.LGD yang dikirim ke lower bracket oleh OG langsung berhadapan dengan EG. Hasil yang dicapai EG sangat tidak memuaskan karena skornya kalah telak yakni 2-0.

Grand Final telah tiba antara OG vs PSG.LGD. Berbagai macam draft yang dilakukan OG sempat membuat PSG.LGD kewalahan dengan Spectre yang dipakai oleh Ana dan Pugna yang dipakai oleh Topson. Kedua hero ini dibanned 2x oleh PSG.LGD setelah kalah comeback di game pertama. Topson yang menggunakan Invoker sempat membuat arena Vancouver terkejut lantaran build yang ia pakai adalah build yang seringkali ia gunakan sebagai meta abused dengan Tornado dan Meteor Hammer. Skor 2-1 dengan PSG.LGD unggul 1 poin lebih awal membuat Ceb dan N0tail tidak kehabisan akal saat hero – hero terbaik mereka dibuang. Permainan Ceb dengan Hero Axe patut diberikan sebagai MVP lantaran menyelamatkan Ana 3x dari gank meskipun ia berujung mati ditengah clash. 

Skor 2-2 dan situasi semakin panas. OG bertaruh kepada Ana dengan menggunakan Ember Spirit ditambah combo Magnus yang digunakan Ceb. Kalah networth 7k gold di menit 14, namun tidak membuat OG kehabisan akal untuk menculik beberapa hero dari PSG.LGD. Ana yang sempat menghindari 2x Echo Slam dan 1x Ghost Ship membuat kemenangan team fight dan memberikan dampak networth yang cukup besar hingga akhirnya game berakhir dengan end game melalui penghancuran bottom lane dan langsung memasuki ancient.

Sebagai penutup, berikut merupakan beberapa reaksi pemain PSG.LGD yang terekam saat OG beberapa kali berhasil melakukan comeback dan beberapa Highlight dari Grand Final The International 2018. Congratulations Team OG !

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

You might also like

Log in

You’ll be automatically logged in 5 seconds.

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Close
of

    Processing files…