Register

Gaming - May 25, 2019

Galio dan Jayce Menjadi Sasaran Nerf pada PBE Setelah MSI 2019

Pada Mid-Season Invitational minggu lalu, Galio dan Jayce menjadi sorotan para pemain. Bukan hanya karena pro-player yang memainkannya, melainkan champion tersebut telah di-pick puluhan kali selama pertandingan berlangsung.

Galio sendiri telah dipakai sebanyak 40 kali dan Jayce memiliki win rate sebesar 67%. Setelah memperoleh angka yang cukup besar, Riot pun memutuskan untuk melakukan uji coba nerf pada server test atau yang biasa dikenal dengan Public Beta Environment (PBE).

Jika dibandingkan dengan win rate pada permainan biasa apalagi solo queue, Galio dan Jayce jauh dari kata “populer” dan “overpowered”. Namun jika melihat permainan MSI 2019 minggu lalu, permainan kedua champion tersebut sangat menguntungkan tim yang memiliki mereka. Mulai dari Jayce sebagai top-laner yang tangguh hingga Galio yang sangat mendukung keadaan dalam timnya.

Debonair Jayce / League of Legends

Debonair Jayce / League of Legends

Untuk mengatasi hal tersebut, Riot telah merancang untuk memberikan nerf pada Shock Blast milik Jayce :

Shock Blast (Cannon Q)

  • Peningkatan damage dari 65/110/155/200/245 (+120 persen bAD) to 70/115/160/205/250 (+100 persen bAD)

Untuk Galio, Riot memberikan nerf yang cukup berat, yakni mengurangi damage dari Shield of Durand (W) dan Justice Punch (E) miliknya. Hal ini dapat berpengaruh pada efektifitas early game untuk Galio.

Shield of Durand (W)

  • Pengurangan damage minimum dari 20/30/40/50/60 (+20 persen AP) menjadi 10/20/30/40/50 (+30 persen AP).
  • Pengurangan damage maksimum dari 60/90/120/150/180 (+60 persen AP) menjadi 30/60/90/120/150 (+90 persen AP).

Justice Punch (E)

  • Pengurangan damage dari 100/135/170/205/240 menjadi 80/120/160/200/240.

Dengan ide seperti ini, permainan akan lebih seimbang. Galio dan Jayce akan tetap diperebutkan dalam permainan. Namun, mereka bukanlah lagi ancaman untuk menghambat kekalahan tim kalian.

Editor: Panji Pangestu