Register

Technology - September 26, 2019

Ingat Virus WannaCry? Begini Nasibnya Sekarang!

Ingat dengan serangan dari salah satu virus komputer yang menggila beberapa tahun lalu? Mungkin sebagian masyarakat Indonesia terkena dampak negatif dari virus tersebut. Benar. Sekitar dua tahun yang lalu, komputer-komputer di Indonesia terserang sebuah virus yang sampai saat ini belum diketahui malware aslinya. Virus tersebut bernama WannaCry.

Sampai detik ini, WannaCry masih terus menginfeksi ribuan komputer lainnya, menduplikasi dirinya sendiri, menciptakan berbagai varian ‘WannaCry kecil’ yang memang meskipun berumur pendek, tetapi sangat mengganggu bagi masyarakat yang selalu berselancar di dunia internet sehari-harinya.

Laporan yang kami dapatkan dari Sophos, perusahaan antivirus yang memiliki sistem proteksi yang cukup lengkap tersebut, mengatakan bahwa sejak 12 Mei 2017 lalu, virus ini masih belum dideteksi penyebab aslinya berasal darimana tidak hanya itu, kurang lebih total komputer yang telah terinfeksi, dan berhasil dihentikan oleh Sophos, di seluruh dunia berjumlah 4.3 juta kasus. Indonesia menjadi penyumbang infeksi WannaCry di angka 6.8 persen. Didominasi oleh komputer-komputer yang tidak menggunakan OS resmi.

Ingat Virus WannaCry? Begini Nasibnya Sekarang!

Peta penyebaran WannaCry

Penelitian yang dilakukan SophosLabs memperlihatkan bahwa antivirus ini berhasil menghentikan penyebaran virus tersebut di negara-negara Asia, seperti India yang mendapatkan total infeksi mencapai 8.8 persen, lalu Filipina dengan 5.8 persen. Sementara itu Singapura berada dalam peringkat kesembilan dengan 4.1 persen infeksi, dan Tiongkok atau China di posisi kesepuluh, 3.5 persen infeksi.

Sebagai tambahan, hingga akhir 2018, penelitian Sophos mengatakan bahwa terdapat kurang lebih 12.480 varian WannaCry yang lebih unik, dan sampai Agustus 2019, bertambah 6.963 variasi, dimana 80% diantaranya merupakan versi terbaru dari virus tersebut.

Memiliki cara penyebaran yang unik, virus ini menginfeksi komputer atau laptop dengan memeriksa apakah perangkat tersebut sudah terinfeksi atau belum. Jika sudah, maka WannaCry akan langsung berpindah ke target lain. Dengan kata lain, jika perangkat yang anda miliki sudah terkena virus tersebut, sudah pasti tidak akan terkena lagi. Sama seperti manusia yang terkena cacar, tidak akan terulang.

Peter Mackenzie sebagai Security Specialist Sophos mengatakan bahwa malware ini benar-benar mengubah struktur ancaman yang dihadirkan oleh sebuah virus. Sophos bekerjasama dengan pihak lain selalu memperhatikan pola ancaman serangan tersebut. Salah satu cara untuk menghindarinya adalah dengan melakukan patching, atau pembaharuan terhadap OS yang digunakan. Oleh karena itu, produk orisinal dianggap sebagai obat yang paling mujarab dalam menghalau virus tersebut.

Ingat Virus WannaCry? Begini Nasibnya Sekarang!

Sample virus WannaCry

“Wabah WannaCry telah mengubah lanskap ancaman virus terhadap komputer milik semua orang. Tim kami melihat beberapa komputer tidak menggunakan OS orisinil, bahkan meskipun orisinil, para pemilik tidak melakukan patching terbaru. Sehingga akan lebih rentan. Patching akan memberikan pembaharuan terhadap database antivirus anda, sehingga memberikan imunitas lebih tinggi.” Papar beliau.

Lalu, bagaimana cara melindungi komputer atau laptop kita dari serangan virus ini? Sophos pun memberikan beberapa tips. Diantaranya sebagai berikut.

  • Selalu periksa jaringan anda. Baik di kantor maupun di rumah, karena jaringan yang tidak mendapatkan update terbaru akan lebih rentan terkena virus tersebut.
  • Selalu pasang patch terbaru atau install update Hal ini memperkuat imunitas laptop atau komputer anda ketika masuk kedalam jaringan internet.
  • Verifikasi apakah perangkat anda cukup rentan atau tidak. Bisa dengan klik di laman ini.
  • Lakukan backup data secara berkala. Kita tidak tahu kapan virus tersebut akan mengancam.
  • Gunakan model keamanan berlapis.