Exploid Corner: Mengapa Developer Melakukan Remake?

EXPLOID Corner: Mengapa Developer Melakukan Remake?

Remake atau menciptakan ulang, adalah kata-kata yang kita sering dengar di dunia game. Memasuki tahun 2020 yang sudah tinggal beberapa bulan lagi, sudah banyak rasanya permainan-permainan baru yang diluncurkan, baik dalam bentuk trailer saja, maupun yang sudah dapat dimainkan. Sebut saja ‘Cyberpunk 2077’ yang digarap oleh Cd Projekt Red.

Permainan ini digadang-gadang akan memberikan berbagai citarasa open-world yang berbeda dari semua permainan latar terbuka yang pernah ada. Memiliki Developer yang sama dengan ‘The Witcher Series’ yang telah menggebrak pasaran, Cyberpunk 2077 rencananya akan dirilis pada April 2020 mendatang.

ADVERTISEMENT

Tidak hanya Cyberpunk 2077 saja yang di tahun 2019 ini memiliki hype cukup tinggi. Ingat Death Stranding? Game garapan Hideo Kojima ini akhirnya mengeluarkan tanggal rilis pasti. November 2019 esok akan menjadi hari dimana kerja keras Hideo setelah keluar dari Konami, akan disambut oleh para pengguna konsol di seluruh dunia.

Exploid Corner: Mengapa Developer Melakukan Remake?
Wololololo

Tahun ini tidak hanya menjadi tahun dimana para developer menciptakan game-game baru, dengan mekanisme baru, dan tentunya teknologi baru. Tetapi juga, banyak penggarap yang akhirnya meluncurkan kembali produk-produk mereka di masa lampau. Hal ini ditandai pertama kali oleh Capcom, yang meluncurkan Resident Evil 2 Remake pada Januari 2019 lalu.

Langkah yang dilakukan Capcom ini, ternyata sangat berhasil di pasaran. Para penggemarnya langsung membanjiri laman RE2: Remake di Steam, memberikannya banyak nilai positif karena berhasil memberikan kembali perasaan takut yang dulu sempat dirasakan oleh pemain RE2 pertama kali.

Exploid Corner: Mengapa Developer Melakukan Remake?

Tidak hanya RE2: Remake saja yang memiliki nilai positif di mata para gamers. Beberapa developer lain akhirnya mengikuti langkah tersebut. Sebut saja CTR atau Crash Team Racing. Game yang menjadi hits di era PlayStation 1 ini diluncurkan pada Juni 2019 lalu, dan tentunya langsung dibanjiri penilaian positif.

ADVERTISEMENT

Mulai berkembangnya gelombang perubahan dalam pembuatan game, atau yang boleh Exploid sebut sebagai ‘Wave Remake,’ ternyata memberikan rasa tersendiri bagi para gamers, khususnya para pemain lama yang merasakan era SNES, Sega, PS1, bahkan DingDong sekalipun.

Lalu, kira-kira apa sih yang membuat developer pada akhirnya mulai kembali mengembangkan permainan lama mereka, sekaligus menambahkannya dengan teknologi dan citarasa masa kini? Pada Exploid Corner pertama ini, kami akan membahas mengapa mereka me-remake­­ permainan-permainan jadul.

Exploid Corner: Mengapa Developer Melakukan Remake?

Data diatas didapatkan dari hasil sensus yang tim Exploid lakukan di beberapa komunitas gaming di Facebook. Sensus ini dimulai pada 30 September 2019, dan ditutup pada Senin lalu. Meskipun sensus ini bersifat kecil-kecilan dan ‘mungkin tidak terlihat profesional,’ percayalah, Exploid berusaha memberikan sesuatu yang berbeda kali ini. Hehe.

Yuk kita bahas.

Nostalgia

Exploid Corner: Mengapa Developer Melakukan Remake?

Menjadi yang pertama dari 4 indikator tersebut. Faktor ‘Nostalgia’ tidak bisa dipungkiri memang menjadi salah satu bumbu untuk menarik pemain-pemain lama. Bagi kita yang terlahir di tahun 90an, sekarang pasti setidaknya sudah menikah, dan mungkin sudah punya anak. Kehadiran remake game ini tentunya akan merekatkan family time di akhir pekan.

ADVERTISEMENT

Belum Ada Ide Baru

Exploid Corner: Mengapa Developer Melakukan Remake?

Game, semakin hari semakin berkembang. Begitu juga dengan ide yang membuat game tersebut menarik. Ide-ide ini pasti membutuhkan waktu yang lama untuk berkembang, dan jika tidak dirawat dengan benar, besar kemungkinan untuk hancur di tengah jalan. Keinginan untuk menciptakan permainan yang benar-benar bagus, tetapi ide kurang matang, akan menghasilkan bencana. Contoh? Duke Nukem Forever.

Butuh Modal

Menciptakan sebuah permainan baru, lengkap dengan berbagai kostumisasi, dan fitur-fitur mumpuni, pastinya membutuhkan biaya yang sangat besar. Sebut saja Death Stranding yang akan rilis November esok. Meskipun kami tidak memiliki estimasi resmi berapa biaya yang dikeluarkan, tetapi kami memperkirakan kurang lebih sekitar Rp 1 miliar untuk membuat Death Stranding.

Bayangkan saja, Hideo Kojima membuat DS, dengan menggandeng aktor dan aktris terkenal. Mads Mikkelsen (Hannibal), lalu Lea Seydoux (James Bond: Spectre), dan si tokoh utama, Norman Reedus (The Walking Dead Series), sudah pasti membutuhkan biaya yang sangat besar. Belum lagi untuk membayar karyawan, belum lagi untuk melakukan promosi.

Ah, mungkin besok-besok kami buat artikel ‘Biaya Pengembangan Death Stranding, Bisa Beli Berapa Box Mie Instan Ya?

Mencari Pemain Baru

Berada paling terakhir dari daftar kami. Ya, mencari pemain baru memang sangat dimungkinkan bagi para penggarap game. Memanfaatkan hype dari permainan yang diciptakannya, sudah tentu para pemain baru ini akan penasaran ‘wah, gimana sih permainannya,’ atau ‘kayaknya asik nih.’ Pemikiran-pemikiran tersebut akan terbersit di benak para pemain baru, ketika pemain lama menyambut dengan antusias.

Kesimpulan

Sampailah kita pada ujung artikel bahasan Exploid Corner bulan ini. Memang, menciptakan kembali sebuah game atau permainan akan mendatangkan pundi-pundi uang yang luar biasa, karena menjaring dua tipe pemain sekaligus. Akan tetapi, selalu recycle atau daur ulang judul lama, akan membuat banyak pemain juga mulai resah dan berpikiran, apakah developer tersebut tidak lagi memiliki ide baru, atau pemikiran negatif lainnya.

Exploid Corner adalah artikel bulanan yang berangkat dari bahasan Tim Internal Exploid.gg. Membahas berbagai macam obrolan dan isu-isu yang terjadi dalam dunia game, movie, dan technology, kami pastikan bahwa Exploid Corner akan bebas dari drama!

Exploid Corner: Mengapa Developer Melakukan Remake?

EXPLOID Corner: Mengapa Developer Melakukan Remake?

Remake atau menciptakan ulang, adalah kata-kata yang kita sering dengar di dunia game. Memasuki tahun 2020 yang sudah tinggal beberapa bulan lagi, sudah banyak rasanya permainan-permainan baru yang diluncurkan, baik dalam bentuk trailer saja, maupun yang sudah dapat dimainkan. Sebut saja ‘Cyberpunk 2077’ yang digarap oleh Cd Projekt Red.

Permainan ini digadang-gadang akan memberikan berbagai citarasa open-world yang berbeda dari semua permainan latar terbuka yang pernah ada. Memiliki Developer yang sama dengan ‘The Witcher Series’ yang telah menggebrak pasaran, Cyberpunk 2077 rencananya akan dirilis pada April 2020 mendatang.

ADVERTISEMENT

Tidak hanya Cyberpunk 2077 saja yang di tahun 2019 ini memiliki hype cukup tinggi. Ingat Death Stranding? Game garapan Hideo Kojima ini akhirnya mengeluarkan tanggal rilis pasti. November 2019 esok akan menjadi hari dimana kerja keras Hideo setelah keluar dari Konami, akan disambut oleh para pengguna konsol di seluruh dunia.

Exploid Corner: Mengapa Developer Melakukan Remake?
Wololololo

Tahun ini tidak hanya menjadi tahun dimana para developer menciptakan game-game baru, dengan mekanisme baru, dan tentunya teknologi baru. Tetapi juga, banyak penggarap yang akhirnya meluncurkan kembali produk-produk mereka di masa lampau. Hal ini ditandai pertama kali oleh Capcom, yang meluncurkan Resident Evil 2 Remake pada Januari 2019 lalu.

Langkah yang dilakukan Capcom ini, ternyata sangat berhasil di pasaran. Para penggemarnya langsung membanjiri laman RE2: Remake di Steam, memberikannya banyak nilai positif karena berhasil memberikan kembali perasaan takut yang dulu sempat dirasakan oleh pemain RE2 pertama kali.

Exploid Corner: Mengapa Developer Melakukan Remake?

Tidak hanya RE2: Remake saja yang memiliki nilai positif di mata para gamers. Beberapa developer lain akhirnya mengikuti langkah tersebut. Sebut saja CTR atau Crash Team Racing. Game yang menjadi hits di era PlayStation 1 ini diluncurkan pada Juni 2019 lalu, dan tentunya langsung dibanjiri penilaian positif.

ADVERTISEMENT

Mulai berkembangnya gelombang perubahan dalam pembuatan game, atau yang boleh Exploid sebut sebagai ‘Wave Remake,’ ternyata memberikan rasa tersendiri bagi para gamers, khususnya para pemain lama yang merasakan era SNES, Sega, PS1, bahkan DingDong sekalipun.

Lalu, kira-kira apa sih yang membuat developer pada akhirnya mulai kembali mengembangkan permainan lama mereka, sekaligus menambahkannya dengan teknologi dan citarasa masa kini? Pada Exploid Corner pertama ini, kami akan membahas mengapa mereka me-remake­­ permainan-permainan jadul.

Exploid Corner: Mengapa Developer Melakukan Remake?

Data diatas didapatkan dari hasil sensus yang tim Exploid lakukan di beberapa komunitas gaming di Facebook. Sensus ini dimulai pada 30 September 2019, dan ditutup pada Senin lalu. Meskipun sensus ini bersifat kecil-kecilan dan ‘mungkin tidak terlihat profesional,’ percayalah, Exploid berusaha memberikan sesuatu yang berbeda kali ini. Hehe.

Yuk kita bahas.

Nostalgia

Exploid Corner: Mengapa Developer Melakukan Remake?

Menjadi yang pertama dari 4 indikator tersebut. Faktor ‘Nostalgia’ tidak bisa dipungkiri memang menjadi salah satu bumbu untuk menarik pemain-pemain lama. Bagi kita yang terlahir di tahun 90an, sekarang pasti setidaknya sudah menikah, dan mungkin sudah punya anak. Kehadiran remake game ini tentunya akan merekatkan family time di akhir pekan.

ADVERTISEMENT

Belum Ada Ide Baru

Exploid Corner: Mengapa Developer Melakukan Remake?

Game, semakin hari semakin berkembang. Begitu juga dengan ide yang membuat game tersebut menarik. Ide-ide ini pasti membutuhkan waktu yang lama untuk berkembang, dan jika tidak dirawat dengan benar, besar kemungkinan untuk hancur di tengah jalan. Keinginan untuk menciptakan permainan yang benar-benar bagus, tetapi ide kurang matang, akan menghasilkan bencana. Contoh? Duke Nukem Forever.

Butuh Modal

Menciptakan sebuah permainan baru, lengkap dengan berbagai kostumisasi, dan fitur-fitur mumpuni, pastinya membutuhkan biaya yang sangat besar. Sebut saja Death Stranding yang akan rilis November esok. Meskipun kami tidak memiliki estimasi resmi berapa biaya yang dikeluarkan, tetapi kami memperkirakan kurang lebih sekitar Rp 1 miliar untuk membuat Death Stranding.

Bayangkan saja, Hideo Kojima membuat DS, dengan menggandeng aktor dan aktris terkenal. Mads Mikkelsen (Hannibal), lalu Lea Seydoux (James Bond: Spectre), dan si tokoh utama, Norman Reedus (The Walking Dead Series), sudah pasti membutuhkan biaya yang sangat besar. Belum lagi untuk membayar karyawan, belum lagi untuk melakukan promosi.

Ah, mungkin besok-besok kami buat artikel ‘Biaya Pengembangan Death Stranding, Bisa Beli Berapa Box Mie Instan Ya?

Mencari Pemain Baru

Berada paling terakhir dari daftar kami. Ya, mencari pemain baru memang sangat dimungkinkan bagi para penggarap game. Memanfaatkan hype dari permainan yang diciptakannya, sudah tentu para pemain baru ini akan penasaran ‘wah, gimana sih permainannya,’ atau ‘kayaknya asik nih.’ Pemikiran-pemikiran tersebut akan terbersit di benak para pemain baru, ketika pemain lama menyambut dengan antusias.

Kesimpulan

Sampailah kita pada ujung artikel bahasan Exploid Corner bulan ini. Memang, menciptakan kembali sebuah game atau permainan akan mendatangkan pundi-pundi uang yang luar biasa, karena menjaring dua tipe pemain sekaligus. Akan tetapi, selalu recycle atau daur ulang judul lama, akan membuat banyak pemain juga mulai resah dan berpikiran, apakah developer tersebut tidak lagi memiliki ide baru, atau pemikiran negatif lainnya.

Exploid Corner adalah artikel bulanan yang berangkat dari bahasan Tim Internal Exploid.gg. Membahas berbagai macam obrolan dan isu-isu yang terjadi dalam dunia game, movie, dan technology, kami pastikan bahwa Exploid Corner akan bebas dari drama!