My Friend Pedro: Parkour, Pistol, dan Pisang!

Beberapa dari kita mungkin menganggap game dengan genre platfromer sebagai game anak-anak, game jadul, game yang membosankan, dan beragam stigma negatif lainnya. Tetapi kenyataan berkata sebaliknya, justru karena desain yang simpel itu pengembang dapat memfokuskan diri pada mekanik lain yang dapat membuat game mereka stand out dibandingkan game lain di kelasnya. Salah satunya adalah game terbaru garapan DeadToast Entertainment berjudul My Friend Pedro.

ADVERTISEMENT

Pertama, mari kita bahas jalan cerita dalam game ini, game shooter platformer dengan tagline Blood, Bullets, Bananas ini memiliki cerita yang sangat blak-blakan. Untuk meringkas jalan cerita My Friend Pedro tidak perlu panjang-panjang, kalian bermain sebagai tokoh tanpa identitas dan tanpa suara yang mendapat perintah dari sebuah pisang untuk membunuh orang jahat. Jelas? Pasti. Absurd? Banget.

Jalan cerita yang cerdas, penuh drama, dan tokoh yang memicu gejolak emosi pemain memang bukan fokus utama dari game ini, namun gameplay cepat dan intens adalah elemen yang paling digembor-gemborkan oleh My Friend Pedro.

Tokoh yang dimainkan dalam My Friend Pedro mungkin tidak punya identitas apapun dan suara sekecil apapun, tetapi kemampuannya untuk melakukan parkour sambil menembak musuh tidak bisa dipungkiri lagi. Kalau masih kurang, game ini juga menawarkan fitur bullet time, spin dodge, dan multi aim, semuanya bisa kalian kombinasikan untuk menciptakan sebuah kill cam keren yang dipertunjukkan pada akhir level.

Tiap level dalam game ini didesain sedemikian rupa agar pemain dapat berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya, dalam level awal kalian akan menemui bola basket yang bisa ditendang untuk menghabisi musuh dan menghemat peluru, ada wadah minyak untuk membunuh banyak musuh dalam sekejap dengan ledakan, dan masih banyak lagi.

ADVERTISEMENT

Dengan banyaknya aksi yang bisa pemain racik dalam waktu sekejap mungkin kalian akan beranggapan animasi karakter dalam game ini menjadi kaku dan tidak sedap dipandang. DeadToaster mengetahui masalah ini dan mereka berhasil mencari jalan keluar untuk menjaga animasi karakter tetap mulus se-intense apapun aksi yang pemain lancarkan.

Suasana tegang yang dipenuhi tembakan dan aksi cepat tanpa jeda yang cukup panjang semakin merasuki pemain dengan musik techno bertempo cepat yang menyertai tiap levelnya. Musik ini konsisten dari awal hingga akhir game, semuanya mampu memberikan atmosfir menegangkan dan mencekam tanpa ada waktu bersantai sedikitpun.

Untuk kalian yang mencari game fast-paced dan ingin menghidupi fantasi kalian sebagai atlet parkour sekaligus menjadi tokoh dalam film Matrix namun tidak ingin diganggu dengan cerita yang berat dan langsung terjun ke aksi sadis, game ini cocok untuk kalian.

Editor: Panji Pangestu/Sara Lutami Pardede
You might also like