Register

Technology - January 6, 2021

Pakai Laptop Gaming Tua di 2021? Siapa Takut!

Laptop gaming semakin menjamur di tahun baru 2021. Beberapa faktor menjadi pemicu di mana laptop-laptop yang dulunya memiliki harga relatif tinggi, sekarang dijual dengan harga cukup murah. Persaingan pasar, keinginan konsumen beragam, serta harga hardware semakin terjangkau, menjadi penyebab laptop gaming murah banyak ditemui di pasaran Indonesia.

Meskipun harga yang ditawarkan sudah cukup murah, banyak konsumen Indonesia yang belum berkesempatan memboyong perangkat gaming tersebut. Faktor biaya adalah salah satu yang menghalangi impian mereka untuk membeli laptop gaming murah.

Padahal, jika konsumen mafhum dengan spesifikasi laptop gaming, sudah tentu akan memiliki beberapa pilihan laptop, dari yang baru maupun seken. Biasanya, laptop gaming tua punya harga cukup rendah, terlebih jika memiliki umur di atas 3 tahun. Sebagai contoh adalah ASUS RoG G752VY.

Pakai Laptop Gaming Tua di 2021? Siapa Takut!

ASUS RoG G752VY/Asus

Saat rilis di tahun 2016 lalu, laptop super gahar dengan knalpot di belakang bodi tersebut, memiliki harga kurang lebih Rp 40 jutaan. Sekarang di tahun 2021? Beberapa penjual melepas laptop gaming tua tersebut, di kisaran Rp 16 jutaan sampai Rp 20 jutaan. Turun cukup jauh bukan?

Penulis sendiri juga menggunakan jadul kok, ASUS RoG GL552VX, yang sudah menemani sejak 2017 lalu. Laptop tua ini pada awalnya penulis beli, dengan uang orang tua tentunya, untuk memperlancar pengerjaan skripsi, sekaligus menggantikan Toshiba Satellite M505D yang sudah rusak. Sampai tulisan ini dibuat, performa laptop tersebut masih oke, hanya butuh maintenance ringan saja.

Bagaimana rasanya menggunakan laptop gaming tua, di tengah gempuran laptop-laptop spesifikasi tinggi terbaru? Sejalan dengan pernyataan di atas bahwa laptop ini masih fine-fine saja, penulis tidak terbebani dengan keberadaan laptop spek tinggi lainnya. Apakah merasa iri? Hmmm tidak juga, karena setiap orang punya kebutuhan yang berbeda.

Dibeli di tahun 2017 lalu, penulis membuat orang tua mengeluarkan setidaknya Rp 12 jutaan untuk versi GL552VX spesifikasi paling bawah. Tanpa SSD, hanya bermodalkan Intel Core i7 dengan kartu grafis GTX950M 2GB, HDD 1TB 7200rpm, dan RAM DDR4 4GB. Kecil sekali bukan?

ASUS RoG GL552VX/Asus

Pada saat itu, game yang dimainkan pada laptop gaming seken ini tidak jauh dari DOTA 2, dan CS:GO (sangat lag ketika belum tambah RAM). Mengingat bahwa orang tua harus mengeluarkan uang yang cukup banyak, tentu penulis tidak berpikir untuk upgrade langsung. Nikmati dulu apa yang ada, karena punya laptop gaming keren adalah impian sebagian orang.

Ketika sudah mendapatkan pekerjaan tetap pun, laptop gaming seken ini masih penulis gunakan. Kenapa? Jujur saja, laptop kantor cukup lambat untuk melakukan multitasking. Pekerjaan awal penulis sebagai Content Writer, dilanjutkan dengan menjadi Senior Purchasing Staff, membutuhkan banyak riset bacaan, kecepatan ketik, mengolah data via Excel, dan lain-lain. Oleh karena itu, GL552VX masih penulis gunakan untuk melakukan pekerjaan tersebut.

Oh iya, laptop ini cukup berat, kalau tidak salah memiliki bobot 2kilogram. Kurang lebih mengerjakan skripsi selama 1 tahun, punggung penulis sudah cukup berotot untuk membawa laptop kemanapun. Penulis juga pulang-pergi naik MRT di 2019 dan 2020 awal, sehingga sudah sangat biasa untuk jalan kaki sembari membawa laptop berat ini.

Mulai sedikit melambat dan benar-benar membutuhkan upgrade, penulis akhirnya membeli sebuah RAM 4GB, dan SSD 256GB. Untuk RAM sendiri, Corsair Vengeance 2400Mhz menemani Samsung SkHynix 2133Mhz yang menjadi bawaan laptop. SSD? Pada awalnya menggunakan Adata SU800, tapi karena mengalami cacat, penulis ganti ke WD Green. Keduanya bertipe sama, M2 SATA, sesuai dengan yang dianjurkan laptop.

Adata SU800 256GB, Cukup Untuk Windows/Adata

Bagaimana perawatan laptop ini? Mendekati umur 4 tahun, sudah pasti harus lebih sering melakukan maintenance. Biasanya, penulis melakukan pembersihan bagian dalam laptop, bersamaan dengan ganti pasta, dalam durasi setahun 2 kali. Itu berarti 6 bulan sekali.

Waktu 6 bulan sekali dipilih karena jika terlalu sering dibongkar untuk dibersihkan, kurang bagus juga untuk sirkulasi udara dalam laptop. Terlalu lama tidak dibersihkan? Sirkulasi bisa mampet, dan tidak nyaman lagi dalam bermain serta bekerja. Siapkan kocek sekitar Rp 300 ribuan untuk melakukan pembersihan laptop gaming tua ini.

Mau melakukannya sendiri? Tentu boleh, tapi pastikan kamu sudah ahli ya, jangan mencoba tanpa didampingi pemula lainnya! Penulis menyarankan pasta merk Thermal Grizzly Kryonaut. Tapi harus hati-hati ya karena banyak pasta tersebut yang ternyata palsu! Kamu bisa cek agen resmi Thermal Grizzly Indonesia di tautan ini ya.

Pakai Laptop Gaming Tua di 2021? Siapa Takut!

Pasta Thermal Grizzly Kryonaut/Thermal Grizzly

Apakah laptop penulis pernah mengalami kendala berarti? Tentu pernah! Laptop gaming tua ini pernah mengalami kendala di bagian SSD. Adata SU800 yang digunakan, mendadak gagal booting, sehingga tidak bisa masuk ke sistem Windows. Untungnya, masih ada cadangan pada HDD, sehingga masih bisa booting agar bisa menghapus semua isi data SSD. Itulah sebabnya, jangan pernah menghapus Windows bawaan dari HDD, karena bisa digunakan sewaktu-waktu sebagai cadangan. Selain itu, DVD-ROM yang ada pada laptop ini sudah mulai ngadat. Tidak bisa keluar ketika tekan tombol pada DVD-ROM tersebut. Tapi tidak apa, penulis memang berencana untuk menggantinya dengan HDD sebesar 2TB.

Kendala berat lainnya? Tidak ada. Huruf-huruf di keyboard masih terlihat jelas. Baret-baret kaca wajar karena umur penggunaan, tapi terlindungi oleh screenguard. Drivers bawaan seperti lampu keyboard, fungsi touchpad, juga masih sangat-sangat normal.

Berapa kocek yang dikeluarkan untuk melakukan upgrade dan maintenance berkala? Berikut daftarnya

  • SSD WD Green 240GB M2 Sata: Rp 500 ribu
  • RAM DDR4 Corsair Vengeance 2400Mhz: Rp 500 ribu
  • Pembersihan Laptop: Rp 300 ribu

Akhir kata, pembaca yang ragu ketika ingin membeli laptop gaming tua atau seken, pilihlah laptop yang memang disayang oleh pemiliknya, terlebih jika mereka menggunakannya sehari-hari, dan dirawat dengan baik. Terkadang, laptop-laptop gaming seken tua memiliki tenaga lebih besar dibanding laptop baru, karena tidak memiliki fitur-fitur penghemat konsumsi listrik.

Jadi, penulis akan membeli laptop baru, atau laptop gaming tua? Sampai detik ini, target penulis masih belum bergeser dari RoG G752VY, dan Legion 5 yang sudah sempat penulis review. Kapan akan beli? Tidak tahu, setidaknya mimpi dulu saja. Hehe.

Pakai Laptop Gaming Tua di 2021? Siapa Takut!

Masih Ganteng Sekali Laptop Gaming Tua GL552VX & Legion 5/Dok. Pribadi