Register

Esports - Gaming - March 26, 2019

TSM Dikabarkan Kembali ke Ranah CS:GO dan Melirik Pemain Uruguay

Nama Team Solo Mid mungkin sudah menuai banyak kesuksesan dalam beberapa cabang esport masa kini seperti League of Legends dan Fortnite, tetapi kesuksesan tersebut tidak menular pada pleton CS:GO mereka. Bahkan tim besutan Andy “Reginald” Dinh tersebut sempat meninggalkan panggung CS:GO pada tahun 2017 silam. Setelah tidak terdengar sepenuhnya di tahun 2018, di kuartal pertama […]

Nama Team Solo Mid mungkin sudah menuai banyak kesuksesan dalam beberapa cabang esport masa kini seperti League of Legends dan Fortnite, tetapi kesuksesan tersebut tidak menular pada pleton CS:GO mereka. Bahkan tim besutan Andy “Reginald” Dinh tersebut sempat meninggalkan panggung CS:GO pada tahun 2017 silam.

Setelah tidak terdengar sepenuhnya di tahun 2018, di kuartal pertama tahun 2019 sebuah isu mengenai tim ini beredar. Team Solo Mid dikabarkan merancanakan comeback di tahun 2019 dengan lini baru yang terdiri dari pemain asal tim Eropa, Uruguay.

Dilansir dari situs vpesport, Uruguay merupakan tim yang dibentuk oleh beberapa pemain bintang yang memutuskan untuk berpisah bersama tim lama mereka dan menyusun tim baru dengan lini sebagai berikut.

 hampus
—  Ex6TenZ
—  ScreamY
—  draken
—  HS
—  Chrille (coach)

Pembentukan tim tersebut diumumkan pada bulan Februari tahun 2019, tidak lama kemudian, Uruguay3 mengikuti kejuaraan ESEA Season 3 dimana mereka harus memulai debut turnamen mereka dengan menelan kekalahan dan berakhir di posisi ketujuh dengan skor 5-3.

Team Solo Mid dikabarkan tidak akan mengadopsi semua pemain Uruguay3 melainkan hanya 4 pemain saja yakni hampus, ScreamY, HS, dan Ex6Tenz. Selain keempat pemain tadi, TSM juga mengincar dua pemain lain Tarik dan Smooya.

Pembubaran lini pemain TSM pada tahun 2017 lalu disebabkan oleh beberapa kejadian antara lain hancurnya hubungan roster Denmark mereka dengan pihak organisasi TSM sendiri. Tidak lama kemudian seluruh roster TSM bermain di bawah nama “?” (questionmark) yang tidak lama kemudian dikenal dengan nama Astralis, tim yang belum lama ini mencetak rekor dengan lebih dari 40 winstreak, angka tersebut masih dibawah NiP dengan angka 87 kemenangan beruntun.

Apabila tim baru ini benar-benar terbentuk, mampukah squad TSM yang baru mengungguli prestasi Astralis? Kita tunggu kabar selanjutnya.

Editor: Panji Pangestu